KOMPAS.com — Pemandangan lazim di Benghazi adalah banyaknya antrean warga. Ternyata, sebagaimana warta AP dan AFP pada Kamis (24/2/2011), warga berbaris teratur menanti giliran mendapat senjata. Asal tahu saja, senjata-senjata itu justru berasal dari kalangan militer dan polisi yang membelot dari Moammar Khadafy untuk bergabung dengan pasukan antipemerintah.
Bersamaan dengan itu, media massa juga mengatakan kalau wilayah kekuasaan Khadafy makin hari kian ciut. Sebaliknya, kelompok oposisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar